Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka (frame) struktur yang memikul beban dari balok. Kolom meneruskan beban-beban dari elevasi atas ke elevasi yang lebih bawah hingga akhirnya sampai ke tanah melalui fondasi. Karena kolom merupakan komponen tekan, maka keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan keruntuhan (collapse) lantai yang bersangkutan, dan juga merupakan batas runtuh total (ultimate total collapse) seluruh strukturnya. Oleh karena itu dalam merencanakan kolom perlu lebih teliti, yaitu dengan memberikan kekuatan cadangan yang lebih tinggi daripada yang dilakukan pda balok dan elemen struktur horisontal lainnya, terlebih lagi keruntuhan tekan tidak memberikan peringatan awal yang cukup jelas (Nawy, 1990).
SK SNI T-15-1991-03 (PU 1991) memberikan definisi, kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban tekan aksial dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil. Sedangkan komponen struktur yang menahan beban aksial vertikal dengan rasio bagian tinggi dengan dimensi terkecil kurang dari tiga disebut pedestal (Dipohusodo, 1994, halaman 287).
Bila eksentrisitas beban mempunyai harga kecil sehingga gaya aksial tekan menjadi penentu, dan juga bila dikehendaki suatu kolom beton dengan penampang lintang yang lebih kecil, maka umumnya distribusi tulangan lebih baik dibuat merata di sekeliling sisi penampang tersebut. Untuk distribusi tulangan semacam ini, baja tulangan yang terletak di bagian tengah penampang akan menerima tegangan yang lebih kecil dibandingkan tulangan lainnya. Ketika kapasitas ultimit kolom tersebut telah tercapai, tegangan pada baja tulangan belum tentu mencapai tegangan lelehnya, sedangkan baja tulangan yang berada di tepi kemungkinan besar sudah leleh (Wahyudi dan Rahim, 1997, halaman 215).
Menurut Winter dan Nilson pada tahun 1994, mekanisme gaya aksial yang bekerja bersamaan dengan lentur pada kedua arah dari sumbu utama penampang terjadi pada kolom-kolom sudut bangunan, pada balok-balok yang membentuk rangka dengan kolom dan menyalurkan momen-momen ujungnya ke kolom dalam dua bidang yang tegak lurus. Keadaan yang sama juga dapat terjadi pada kolomkolom sebelah dalam, khususnya pada tata letak kolom yang tidak teratur.
Kolom-kolom seperti pada sudut bangunan pada struktur rangka memikul gaya aksial dan sekaligus momen dari dua sumbu aksis yang disebut kolom biaksial. Untuk menyelesaikan masalah kolom biaksial pada kolom persegi, dapat digunakan prosedur yang umum dipakai yaitu eksentrisitas biaksial, ex dan ey, digantikan dengan eksentrisitas uniaksial ekivalen e0x atau e0y, dan kolom didesain sebagai kolom uniaksial (MacGregor, 1997, halaman 466).
Apabila eksentrisitas pada arah x (ex) dibagi dengan sisi pada arah x lebih besar daripada eksentrisitas pada arah y (ey) dibagi sisi pada arah y maka momen desain efektif dapat dihitung dengan :
Mox = Mx + β.(h/b).My
Dengan cara yang sama apabila eksentrisitas pada arah y dibagi dengan sisi pada arah y lebih besar daripada eksentrisitas arah x dibagi sisi arah x, maka momen desain efektifnya adalah :
Moy = My + β.(h/b).Mx
Dengan Mx adalah momen yang terjadi pada arah x dan My adalah momen pada arah y, b adalah sisi effektif pada arah y, h adalah sisi effektif pada arah x, sedangkan β adalah koefisien biaksial yang dapat dihitung persamaan :
β = 0.3 + (0.7/0.6).(0.6-(Pu/b.h.fc’))
Dengan β tidak boleh lebih kecil daripada 0,3, PU adalah gaya aksial (Hulse dan Mosley, 1986, halaman 163)

Facebook Comments

One thought on “Kolom Biaksial

  • Gada Bina Usaha

    kalo Bearing Pads ( karet ) pada Pedestal kolom maksudnya apa pak..tekniknya bagaimana..mohon penjelasan
    Makasih

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *