Perhitungan National Income (PDB) menganut metode expenditure method, yang menjumlahkan(Y) konsumsi (C), pengeluaran pemerintah (G), PMTB (I) dan net eksport(X) – import (M) basic konsepnya dikemukanan oleh william petty, dikembangkan davenant dan konsep modern nya di kembangkan oleh Kuznet sebagai pengukuran kesejahteraan, akan tetapi Kuznet sudah mengingatkan bahwa pengukuran ini hanya untuk simplifikasi kalau disalahgunakan hanya akan menjadi “ilusi” saja.

Metoda Expenditure (pengeluaran) itu analoginya dipakai oleh sales kartu kredit, perusahaan kartu kredit mungkin tidak bisa tahu berapa penghasilan yang kita peroleh, akan tetapi dari mengintip pengeluaran yang kita keluarkan (expenditure) dari kartu kredit mereka bisa mengukur tingkat kemakmuran anda bahkan menghitung kenaikan penghasilan/income anda (Y), sehingga bila belanja/pengeluaran/expenditure (C) semakin besar, maka ada indikasi penghasilan (income) juga meningkat. Kelemahannya bisa saja kita hutangnya semakin besar untuk membeli barang konsumsi (kalau untuk investasi tidak masalah selama perhitungannya ada ROI nya = I), menyebabkan pengeluaran kita makin besar, padahal income tidak bertambah, inilah yang oleh Kuznet di-warning untuk berhati-hati menggunakan indikator PDB sebagai pendekatan perhitungan pendapatan nasional.

Facebook Comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *