• Home
  • Genetik
  • Google
  • Links
  • About
  • Yohan Naftali

    Macroeconomics

    Ringkasan Kurva IS LM

    Apr. 09, 2009

    Oleh Yohan Naftali (4 Januari 2006)

    Kurva IS Pendekatan dua diagram

    1. Pada tingkat bunga pada i1 maka kurva permintaan agregat adalah pada kurva a + bY + e – f.i1, maka pendapatan nasional equilibrium pada Y1. (continue reading…)

    Share on Facebook Delicious Bookmark this on Delicious

    Washington Consensus

    Jun. 16, 2008

    Konsep dan nama “Washington Consensus” dipresentasikan pertama kali pada tahun 1990 John Williamson
    John Williamson adalah seorang ekonom dari Institute for International Economics
    IIE sebuah institusi yang meneliti ekonomi internasional berkedudukan di Washington
    Williamson menggunakan istilah Washington Consensus untuk merangkum beberapa saran kebijakan oleh institusi di Washington pada saat itu
    Institusi tersebut adalah IMF, Bank Dunia dan U.S. Treasury Department
    Institusi tersebut bertujuan menciptakan agenda pemulihan Amerika Latin dari krisis keuangan
    Williamson sendiri menolak program berikutnya yang menggunakan istilah Washington Consensus
    Pada tahun 1992, Michael Novak (penulis konservatif) menyebut “Washington Consensus” menjadi Democratic Capitalism

    Menurut Joseph Stanislaw dan Daniel Yergin penulis The Commanding Heights, istilah
    Washington Consensus” dikembangkan di Amerika Latin

    • Orang Amerika Latin berpendapat bahwa Washington Consensus adalah sebuah teori konspirasi yang dibangun untuk memindahkan kesalahan pemerintah mereka kepada kesalahan pasar

    Washington Consensus

    • Fiscal discipline
    • A redirection of public expenditure priorities toward fields offering both high economic returns and the potential to improve income distribution, such as primary health care, primary education, and infrastructure
    • Tax reform (to lower marginal rates and broaden the tax base)
    • Interest rate liberalization
    • A competitive exchange rate
    • Trade liberalization
    • Liberalization of inflows of foreign direct investment
    • Privatization
    • Deregulation (to abolish barriers to entry and exit)
    • Secure property rights

    Washington Consensus

    • Kebijakan fiskal berimbang
    • Belanja negara diarahkan untuk bidang yang menawarkan tingkat pengembalian ekonomi yang tinggi dan yang berpotensi untuk meningkatkan distribusi pendapatan, seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur
    • Reformasi pajak (untuk menurunkan tingkat marjinal dan memperluas basis pajak)
    • Pembebasan tingkat suku bunga
    • Nilai tukar mata uang yang kompetitif
    • Pembebasan perdagangan
    • Pembebasan aliran masuk dari FDI (Foreign Direct Investment)
    • Privatisasi
    • Deregulasi (menghapus rintangan masuk dan keluar)
    • Penjaminan hak kepemilikan (property rights)

    Negara yang Sudah Mengimplementasi Washington Consensus

    • Argentina
    • Bolivia
    • Brazil (Plano Real)
    • Chile
    • Colombia
    • Costa Rica
    • Dominican Republic
    • Ecuador
    • El Salvador
    • Guatemala
    • Honduras
    • India
    • Mexico
    • Morocco
    • Nicaragua
    • Paraguay
    • Peru
    • Tunisia
    • Uruguay
    • Zambia

    Joseph Stiglitz

    • Prof. Stiglitz, Pemenang Hadiah Nobel untuk Ilmu Ekonomi tahun 2001, melihat Bank Dunia dan WTO sebagai kepanjangan ideologi pemerintah AS
    • Pendapat Stiglitz
      • Pemaksaan “Ideologi” ekonomi AS berupa “Washington Consensus” lewat IMF
      • “Washington Consensus” tidak berhasil memperbaiki ekonomi terutama di Amerika Latin
      • Di Asia Timur, justru negara-negara yang tidak mau didikte oleh IMF, seperti Korea Selatan dan Malaysia, lebih cepat keluar dari krisis daripada Indonesia dan Filipina
    • Saran Stiglitz
      • Negara berkembang harus tegas pendiriannya saat berhadapan dengan IMF dan Bank Dunia
      • Negara berkembang berhak memberlakukan proteksi karena pada kenyataannya Amerika Serikat sendiri tetap memberi proteksi kepada beberapa sektor pertanian dan industri, sehingga melakukan double standards dalam perdagangan internasional

    Share on Facebook Delicious Bookmark this on Delicious

    IHSG Turun

    Jun. 11, 2008

    IHSG terus turun, kita yang tidak berhubungan dengan sektor finansial boleh berharap tidak tekena dampaknya, akan tetapi hal tersebut tidak mudah terjadi, sektor riil mau tak mau juga pasti ikut kena dampaknya. Berikut penjelasannya:

    Investasi ada 2
    1. Sektor Riil
    2. Sektor Keuangan

    IHSG -> mewakili sektor keuangan -> naik turunnya mencerminkan perkembangan ekonomi, bisa juga tidak

    IHSG -> jual beli pasar saham sekunder.
    Logikanya naik turunnya investasi di pasar sekunder tidak mempengaruhi perusahan emiten (penerbit saham) -> tapi sentimen negatif pada IHSG dapat menyedot dana (baik di sektor riil maupun sektor keungan) -> jadinya bila IHSG turun -> sektor riil juga berdampak!

    Masalahnya di sini hanyalah karena adanya faktor psikologis belaka, bukan karena IHSG turun -> perusahaan emiten merugi.

    Skemanya

    IHSG Turun -> Dana dari sektor keuangan dan riil ditarik -> Sektor riil kekurangan dana -> Sektor riil stagnan.

    Seharusnya (bila investor rasional)
    IHSG Turun -> Dana dari sektor keuangan dialihkan ke sektor riil -> Sektor riil mendapatkan dana -> Sektor riil tumbuh.

    Artikel mengenai IHSG:

    Selasa, 10 Juni 2008 | 16:05 WIB

    JAKARTA,SELASA – Mengikuti mayoritas bursa regional yang berada di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk dibawah 2.400. IHSG Selasa (10/6) sore ditutup terpuruk 36,260 poin (1,50 persen) menjadi 2.373,817

    Sementara indeks Kompas100 turun merosot 9,642 poin (1,62 persen) ke 586,542. Kemudian indeks LQ45 berkurang 8,384 poin (1,65 persen) menjadi 499,634. Serta Jakarta Islamic Index (JII) melemah 7,020 poin (1,60 persen) pada 431,266.

    Perdagangan hari ini didominasi 158 saham turun dibanding hanya 40 saham naik serta 58 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 3,596 miliar saham dengan nilai Rp 6,701 triliun dari 73.983 kali transaksi. Sektor pertambangan yang diperkirakan akan menjadi penyokong justru menjadi penyumbang negatifnya indeks.

    Saham-saham yang turun antara lain Timah (TINS) turun Rp 350 ke Rp 34.000. Medco (MEDC) turun Rp 350 ke Rp 5.250. Bumi REsource (BUMI) turun Rp 300 ke Rp 8.150. Antam (ANTM) turun Rp 100 ke Rp 3.075. Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 ke Rp 15.100. Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 33.300. Bank BRI (BBRI) turun Rp 250 ke Rp 5.100. Bank BCA (BBCA) turun Rp 25 ke Rp 2.67.0 London Sumatra (LSIP) turun Rp 250 ke Rp 9.500. Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 750 ke Rp 24.850.

    Sedang saham-saham yang bertahan di zona hijau antara lain, Indosat (ISAT) naik RP 1.000 ke Rp 6.550. Telkom (TLKM) naik Rp 50 ke Rp 7.950.

    Sementara mayoritas regional dengan dipimpin indeks Hang Seng terpuruk di zona merah. Indeks Hang Seng, Hong Kong anjlok 1.026,66 poin ((4,21 persen) ke 23.531,93. Kemudian di Singapura Straits Times Index (STI) turun 46,09 poin (1,49 persen) ke posisi 3.003,93.

    Hal serupa juga menimpa saham-saham di Jepang, dengan indeks Nikkei225 merosot 160,2 poin (1,13 persen) ke posisi 14,021,17. Indeks Kospi Korea Selatan berkurang 34,58 poin (1,91 persen) pada 1.774,38. Serta indeks All Ordinaries Australia yang merosot 146,90 poin (2,58 persen) ke 5.544,30.

    EDJ

    Terimbas Regional, IHSG Turun 13 Poin

    Selasa, 10 Juni 2008 | 12:28 WIB

    JAKARTA,SELASA – Terimbas regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi Selasa (10/6) pagi ditutup turun 13,126 poin (0,54 persen) ke posisi 2.396,951.

    Sedang indeks Kompas100 berkurang 3,409 poin (0,57 persen) ke 592,775. Kemudian indeks LQ45 melemah 2,374 poin (0,47 persen) menjadi 505,644. Sementara Jakarta Islamic Index (JII) berhasi naik tipis 0,070 poin (0,02 persen) pada 438,356.

    Perdagangan didominasi 124 saham turun dibanding 33 saham naik serta 57 saham stagnan. VOlume perdagangan mencapai 1,461 miliar saham dengan nilai Rp 3,244 triliun dari 36.612 kali transaksi.

    saham-saham yang turun antara lain Timah (TINS) turun Rp 300 ke Rp 34.050. Medco (MEDC) turun Rp 250 ke Rp 5.350. Bank BRI (BBRI) turun Rp 250 ke Rp 5.100. Bank BCA (BBCA) turun Rp 100 ke Rp 2.575. London Sumatra (LSIP) turun Rp 50 ke Rp 9.700.

    Sedang saham-saham yang menguat antara lain Indosat (ISAT) yang baru diperdagangkan kembali, melesat RP 900 ke Rp 6.550. Telkom (TLKM) naik Rp 50 ke Rp 7.950. Bumi REsource (BUMI) naik Rp 50 ke Rp 8.500. Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 100 ke Rp 25.700.

    Sementara mayoritas regional terpuruk di zona merah, seiring kekhawatiran terhadap melonjakany harga minyak mentah serta kekhawatiran terhadap sektor keuangan Amerika Serikat.

    Saham-saham di Hong Kong terjun bebas, indeks Hang Seng, Hong Kong anjlok 870,25 poin (3,57 persen) ke 23.531,93. Kemudian di Singapura Straits Times Index (STI) turun 32,13 poin (1,04 persen) ke posisi 3.051,89.

    indeks Kospi Korea Selatan yang berkurang 36,63 poin (2,02 persen) pada 1.772,33. Serta indeks All Ordinaries Australia yang merosot 125,000 poin (2,20 persen) ke 5.566,200.

    Demikian juga dengan saham-saham di Jepang yang sempat menguat, akhirnya terpuruk 151,73 poin (1,07 persen) ke posisi 14,029,65.

    EDJ

    Sumber: Kompas


    Share on Facebook Delicious Bookmark this on Delicious

    Globalisasi

    Mar. 10, 2008

    Heizer and Render (2005) menjelaskan bahwa alasan globalisasi dibagi menjadi alasan yang berwujud sampai dengan alasan yang tak berwujud.

    Alasan Globalisasi

    Salah satu contoh globalisasi adalah Maquiladoras. Maquiladoras adalah sebuah zona perdagangan bebas (free trade zones) yang terletak di Mexico.

    Tujuan dari Maquiladoras ditinjau dari sudut pandang globalisasi adalah untuk mengurangi biaya pajak dari perusahaan manufaktur dengan hanya membayar nilai tambah yang diberikan oleh pekerja mexico. Contohnya pada perusahaan manufaktur Amerika Serikat seperti IBM merakit komputer seharga $500 ke maquiladoras dengan biaya tenaga kerja $25, pajak hanya pada biaya $25.

    Kerjasama ini menguntungkan kedua belah pihak, dari sisi Amerika Serikat, perusahaan manufaktur dapat mengurangi biaya produksi sehingga produk mereka dapat lebih berkompetensi dengan produk negara lain, dari sisi Mexico, banyak tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan manufaktur, sehingga mengurangi pengangguran. Pemindahan pekerjaan low-skilled ke negara lain oleh Amerika memiliki 3 keuntungan:
    i. Mengurangi biaya tenaga kerja
    ii. Membebaskan pekerja yang berbiaya lebih tinggi untuk melakukan pekerjaan yang memiliki nilai lebih tinggi
    iii. Keuntungan dari pengurangan biaya tenaga kerja memberikan perusahaan tersebut untuk mempunyai dana lebih yang dapat diinvestasikan dalam pengembangan produk dan fasilitas.


    Share on Facebook Delicious Bookmark this on Delicious

    Keseimbangan Serentak Kurva IS-LM

    Feb. 24, 2008

    Asumsi:

    – Output bertambah apabila permintaan agregat (AD) lebih besar dari penawaran agregat (AS). Hal ini sesuai dengan motif perusahaan. Sebaliknya apabila AD lebih kecil dari AS output akan berkurang.
    - Tingkat bunga akan naik apabila permintaan terhadap uang (D) lebih besar daripada penawaran uang (S) dan sebaliknya. Penyesuaian terjadi karena apabila ada kelebihan permintaan terhadap uang, akan terjadi penjualan asset (surat berharga, obligasi) atau penarikan tabungan sehingga harga turun, tetapi tingkat bunga (obligasi) naik.

    Keseimbangan Serentak Kurva IS-LM


    Share on Facebook Delicious Bookmark this on Delicious

    Ekuilibrium Permintaan dan Penawaran Jumlah Uang

    Feb. 24, 2008

    Pada titik E3 terjadi kelabihan supply/penawaran “Real Balance” (ESM), merupakan titik ketidakseimbangan berdasarkan kurva permintaan L1. Pada titik E4 terjadi kelebihan permintaan terhadap “Real Balance” (EDM). Hal tersebut berdasarkan kurva L2. Pada semua titik di sebelah kiri atas kurva LM terjadi kelebihan supply uang (ESM), dan untuk semua titik di bawah sebelah kanan kurva LM terjadi kelebihan permintaan terhadap uang (EDM). Pada titik di luar kurva LM hanya bersifat sementara, karena akan untuk mempertahankan keseimbangan terhadap “Real Balance”.

    Ekuilibrium Permintaan dan Penawaran Jumlah Uang


    Share on Facebook Delicious Bookmark this on Delicious

    Ekuilibrium dan Disekulibrium pada Kurva IS

    Feb. 24, 2008

    Kurva IS menggambarkan tempat kedudukan tingkat bunga yang menghasilkan pendapatan dalam keadaan ekuilibrium di mana permintaan agregat sama dengan penawaran agregat. Titik-titik yang ada di luar kurva IS merupakan kondisi dalam keadaan disekuilibrium.

    Ekuilibrium dan Disekulibrium pada Kurva IS

    Titik E3 adalah titik yang terletak di sisi kiri dari kurva IS, titik E3 terletak pada kurva permintaan agregat setelah tingkat bunga diturunkan dari i1 menjadi i2. Pada titik E3 terjadi kelebihan permintaan dibanding penawaran, karena tingkat bunga yang terlalu rendah mendorong permintaan agregat, sehingga melebihi penawaran (supply) pada pendapatan Y1. Jadi untuk setiap titik di luar IS yang terletak di sebelah kiri terjadi kelebihan permintaan untuk barang-barang (EDG = Excess Demand for Goods). Pada titik E4 terdapat kelebihan penawaran, karena tingkat bunga tinggi sehingga permintaan agregat lebih kecil. Jadi untuk setiap titik di sebelah kanan kurva IS terjadi kelebihan penawaran (supply) di pasar barang (ESG = Excess Supply of Goods)


    Share on Facebook Delicious Bookmark this on Delicious

    Kurva IS dan LM

    Feb. 24, 2008

    A. Membentuk Kurva IS dengan pendekatan 2 Diagram

    Kurva IS pendekatan 2 Diagram

    1. Pada tingkat bunga pada i1 maka kurva permintaan agregat adalah pada kurva a + bY + e – f.i1, maka pendapatan nasional equilibrium pada Y1.
    2. Titik E1 pada diagram pertama terbentuk dari perpotongan antara kurva a + bY + e – f.i1 dan garis 45o.
    3. Titik E1 pada diagram kedua merupakan perpotongan garis yang ditarik dari titik E1 pada diagram pertama dengan garis i1 pada diagram kedua.
    4. Bila tingkat bunga pada i2, maka kurva permintaan agregat adalah pada kurva a + bY + e – f.i2, pendapatan nasional equilibrium pada Y2.
    5. Titik E2 pada diagram pertama terbentuk dari perpotongan antara kurva a + bY + e – f.i2 dan garis 45o.
    6. Titik E2 pada diagram kedua merupakan perpotongan garis yang ditarik dari titik E2 pada diagram pertama dengan garis i2 pada diagram kedua.
    7. Dengan menghubungkan titik E1 dan E2 pada diagram kedua, didapatkan kurva IS.

    Dari uraian ini kurva IS bukan kurva yang menerangkan hubungan fungsional antara tingkat bunga dengan pendapatan, akan tetapi merupakan tempat kedudukan setiap tingkat bunga yang menghasilkan pendapatan ekuilibrium di mana penawaran agregat sama dengan permintaan agregat. Kurva IS dapat juga ditafsirkan sebagai multiplier, yaitu perubahan pada pendapatan sebagai akibat pengurangan tingkat bunga, Kurva IS dapat juga ditafsirkan sebagai elastisitas bunga yaitu % perubahan pada pendapatan nasional sebagai akibat perubahan % tingkat bunga.

    B. Membentuk Kurva IS dengan pendekatan 4 Diagram
    Kurva IS pendekatan 4 Diagram

    1. Kuadran (a) adalah kuadran yang menggambarkan keseimbangan antara S dengan I dan antara T dengan G. Dalam perekonomian diasumsikan bahwa semua saving diinvestasikan sehingga S = I, yaitu income dalam ekuilibrium. Demikian juga penerimaan pajak (T) dikeluarkan oleh pemerintah (G), sehingga akhirnya I+G = S+T.
    2. Kuadran (b) adalah kuadran investasi (I) dan pengeluaran pemerintah. Diasumsikan bahwa investasi dipengaruhi tingkat bunga (I = e – f.i), sedangkan pengeluaran merupakan variabel otonomus (G = Go).
    3. Kuadran (c) merupakan diagram penabungan tambah pajak (sebagai padanan dari kuadran (b)). Persamaan penabungan S = -a + bY – bT.
    1. Pada tingkat bunga i1 didapatkan titik A pada kuadran (d).
    2. Pada tingkat bunga i2 didapatkan titik B pada kuadran (d),
    3. Melalui titik A dan titik B dapat dihubungkan kurva IS pada kuadran (d).
    Definisi kurva IS pada pendekatan empat kuadran sama dengan dengan kurva IS pada pendekatan dua kuadran. Kurva IS adalah kedudukan kombinasi tingkat bunga dengan pendapatan di mana terjadi keseimbangan antara aggregate demand dan supply, yaitu S + T = I + G.
    Pada pendekatan empat kuadran memiliki kelebihan pada kuadran (c). Pada kuadran (c) menjelaskan perubahan variabel penabungan dan perpajakan dapat dianalisis pengaruhnya terhadap kurva IS. Kurva IS dengan pendekatan 2 diagram lebih ringkas dibandingkan dengan pendekatan 4 diagram.

    C. Membentuk Kurva LM dengan pendekatan 2 Diagram
    Kurva LM pendekatan 2 Diagram

    1. Penawaran uang merupakan garis tegak lurus (M/P1).
    2. Pada penghasilan tertentu ada permintaan uang, kurva permintaan uangnya adalah L1 = kY – h.i.
    3. Perpotongan kurva permintaan uang (M/P1) dan penawaran uang (L1) terletak pada titik E1 dan menentukan tingkat bunga i1.
    4. Apabila pendapatan bertambah maka kurva permintaan terhadap uang menjadi L2 dan memotong kurva penawaran uang pada E2 sehingga menentukan tingkat bunga i2.
    5. Titik Y1 penghasilan yang bersifat “Given” kedua tingkat bunga i yang terbentuk pada diagram sebelah kiri (permintaan dan penawaran_, kemudian karena penghasilan naik yaitu menjadi Y2, maka permintaan terhadap uang menjadi L2 yang menghasilkan tingkat bunga i2 maka terbentuk kurva LM.

    Kurva LM menggambarkan tempat kedudukan kombinasi tingkat bunga dengan pendapatan, di mana menghasilkan persamaan antara permintaan dan penawaran uang (ekuilibrium). Kurva LM juga menggambarkan pasar uang dalam keadaan ekuilibrium, pada titik-titik sepanjang kurva LM pasar uang ada dalam keadaan ekuilibrium. Metode dua kuadran lebih langsung (straight forward) membentuk kurva LM daripada metode empat kuadran.

    D. Membentuk Kurva LM dengan pendekatan 4 Diagram
    Kurva LM pendekatan 4 Diagram

    1. Pada tingkat pendapatan Y1, ada permintaan uang untuk transaksi sebesar M1t.
    2. Dari perpotongan kurva penawaran uang dan permintaan uang untuk transaksi sebesar M1t dapat ditentukan permintaan uang untuk spekulasi sebesar M1SP (Mo = M1t + M1SP).
    3. Karena ada permintaan uang untuk spekulasi sebesar M1SP, dapat ditentukan tingkat bunga sebesar i¬1 (Kurva MDSP merupakan fungsi dari tingkat bunga) sehingga diperoleh titik A.
    4. Apabila tingkat pendapatan naik menjadi Y¬2, permintaan uang untuk transaksi juga naik menjadi M2t, sehingga permintaan uang untuk spekulasi turun menjadi M2SP (diasumsikan penawaran uang tetap Mo).
    5. Tingkat bunga i2 ditentukan dari perpotongan permintaan uang untuk spekulasi dan kurva permintaan uang untuk spekulasi MDSP.
    6. Perpotongan tingkat bunga i2 dan pendapatan Y2 menentukan titik B.
    7. Kurva LM terbentuk dengan menghubungkan titik A dan B.


    Share on Facebook Delicious Bookmark this on Delicious