• Home
  • Genetik
  • Google
  • Links
  • About
  • Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Nov. 02, 2007

    First Publised: 2 November 2007

    Revision: 6 August 2009

    Definisi

    Definisi: Sebuah model yang menggambarkan hubungan antara risiko dan return yang diharapkann, model ini digunakan dalam penilaian harga sekuritas (A model that describes the relationship between risk and expected return and that is used in the pricing of risky securities) (Investopedia, http://www.investopedia.com/terms/c/capm.asp)

    Model CAPM diperkenalkan oleh Treynor, Sharpe dan Litner. Model CAPM merupakan pengembangan teori portofolio yang  dikemukan oleh Markowitz dengan memperkenalkan istilah baru yaitu risiko sistematik (systematic risk) dan risiko spesifik/risiko tidak sistematik (spesific risk /unsystematic risk). Pada tahun 1990, William Sharpe memperoleh nobel ekonomi atas teori pembentukan harga aset keuangan yang kemudian disebut Capital Asset Pricing Model (CAPM)

    Bodie et al. (2005) menjelaskan bahwa Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan hasil utama dari ekonomi keuangan modern.Capital Asset Pricing Model (CAPM) memberikan prediksi yang tepat antara hubungan risiko sebuah aset dan tingkat harapan pengembalian (expected return). Walaupun Capital Asset Pricing Model belum dapat dibuktikan secara empiris, Capital Asset Pricing Model sudah luas digunakan karena Capital Asset Pricing Model akurasi yang cukup pada aplikasi penting.

    Capital Asset Pricing Model mengasumsikan bahwa para investor adalah perencana pada suatu periode tunggal yang memiliki persepsi yang sama mengenai keadaan pasar dan mencari mean-variance dari portofolio yang optimal. Capital Asset Pricing Model juga mengasumsikan bahwa pasar saham yang ideal adalah pasar saham yang besar, dan para investor adalah para price-takers, tidak ada pajak maupun biaya transaksi, semua aset dapat diperdagangkan secara umum, dan para investor dapat meminjam maupun meminjamkan pada jumlah yang tidak terbatas pada tingkat suku bunga tetap yang tidak berisiko (fixed risk free rate). Dengan asumsi ini, semua investor memiliki portofolio yang risikonya identik.

    Capital Asset Pricing Model menyatakan bahwa dalam keadaan ekuilibrium, portofolio pasar adalah tangensial dari rata-rata varians portofolio. Sehingga strategi yang efisien adalah passive strategy. Capital Asset Pricing Model berimplikasi bahwa premium risiko dari sembarang aset individu atau portofolio adalah hasil kali dari risk premium pada portofolio pasar dan koefisien beta.

    Risiko dan Return

    Keinginan utama dari investor adalah meminimalkan risiko dan meningkatkan perolehan (minimize risk and maximize return). Asumsi umum bahwa investor individu yang rasional adalah seorang yang tidak menyukai risiko (risk aversive), sehingga investasi yang berisiko harus dapat menawarkan tingkat perolehan yang tinggi (higher rates of return), oleh karena itu investor sangat membutuhkan informasi mengenai risiko dan pengembalian yang diinginkan.

    Risiko investasi yang dihadapi oleh investor (Rose, Peter S., dan Marquis, Milton H. 2006. Money and Capital Markets, Ninth Edition, p 277-280):
    1. Market Risk (risiko pasar), sering disebut juga sebagai interest rate risk, nilai investasi akan menjadi turun ketika suku bunga meningkat mengakibatkan pemilik investasi mengalami capital loss.
    2. Reinvestment risk, risiko yang disebabkan sebuah aset akan memiliki yield yang lebih sedikit pada beberapa waktu di masa yang akan datang.
    3. Default risk. Risiko apabila penerbit aset gagal membayar bunga atau bahkan pokok aset.
    4. Inflation risk. Risiko menurunya nilai riil aset karena inflasi.
    5. Currency risk. Risiko menurunnya nilai aset karena penurunan nilai tukar mata uang yang dipakai oleh aset.
    6. Political risk. Risiko menurunya nilai aset karena perubahan dalam peraturan atau hukum karena perubahan kebijakan pemerintah atau perubahan penguasa.

    Suku bunga bank sentral tentunya masih berpotensi memiliki semua risiko, akan tetapi diasumsikan negara tidak mungkin gagal membayar (walaupun ada juga kemungkinannya), oleh karena itu biasanya return dari risk free aset (Rf) digunakan suku bunga bank sentral.

    Capital Asset Pricing Model (CAPM) mencoba untuk menjelaskan hubungan antara risk dan return. Dalam penilaian mengenai risiko biasanya saham biasa digolongkan sebagai investasi yang berisiko. Risiko sendiri berarti kemungkinan penyimpangan perolehan aktual dari perolehan yang diharapkan (possibility), sedangkan derajat risiko (degree of risk) adalah jumlah dari kemungkinan fluktuasi (amount of potential fluctuation).

    Saham berisiko dapat dikombinasi dalam sebuah portfolio menjadi investasi yang lebih rendah risiko daripada saham biasa tunggal. Diversifikasi akan mengurangi risiko sistematis (systematic risk), tetapi tidak dapat mengurangi risiko yang tidak sistematis (unsystematic risk). Unsystematic risk adalah bagian dari risiko yang tidak umum dalam sebuah perusahaan yang dapat dipisahkan. Systematic risks adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan yang berhubungan dengan seluruh pergerakan pasar saham dan tidak dapat dihindari.

    Informasi keuangan mengenai sebuah perusahaan dapat membantu dalam menentukan keputusan investasi. Investor biasanya menghindari risiko, investor menginginkan perolehan tambahan (additional returns) untuk menanggung risiko tambahan (additional risks). Oleh karena itu saham berisiko tinggi (High-risk securities) harus mempunyai harga yang menghasilkan perolehan lebih tinggi daripada perolehan yang diharapkan dari saham berisiko lebih rendah.

    Persamaan CAPM

    Persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) adalah :

    Rs = Rf + Rp

    Rs = Expected Return on a given risky security

    Rf = Risk-free rate

    Rp = Risk premium

    Bila nilai β = 1 artinya adanya hubungan yang sempurna dengan kinerja seluruh pasar seperti yang diukur indek pasar (market index), contohnya nilai yang diukur oleh Dow-Jones Industrials dan Standard and Poor’s 500-stock-index. Hubungan ini dapat digambarkan dalam contoh pada gambar.

    β adalah ukuran dari hubungan paralel dari sebuah saham biasa dengan seluruh tren dalam pasar saham.

    Bila β > 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih tinggi daripada pasar.

    β < 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih rendah daripada indek pasar secara umum (general market index).

    Perubahan persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) dengan memasukan faktor β dinyatakan sebagai:

    Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

    Rs = Expected Return on a given risky security

    Rf = Risk-free rate

    Rm = Expected return on the stock market as a whole

    βs = Stock’s beta, yang dihitung berdasarkan waktu tertentu

    CAPM bertahan bahwa harga saham tidak akan dipengaruhi oleh unsystematic risk, dan saham yang menawarkan risiko yang relatif lebih tinggi (higher βs) akan dihargai relatif lebih daripada saham yang menawarkan risiko lebih rendah (lower βs). Riset empiris mendukung argumen mengenai βs sebagai prediktor yang baik untuk memprediksi nilai saham di masa yang akan datang (future stock prices).

    CAPM dikritik sebagai penyebab masalah kompetisi di Amerika Serikat. Manajer di sebuah perusahaan di Amerika Serikat yang menggunakan CAPM terpaksa membuat investasi yang aman dalam jangka pendek dan perolehannya dapat diprediksi dalam jangka pendek daripada investasi yang aman dan perolehan dalam jangka panjang. Para peneliti telah menggunakan CAPM untuk menguji hipotesa yang berhubungan dengan hipotesa pasar efisien.

    Markowitz dan Market Model

    William Sharpe dalam membangun model CAPM diilhami dari teori portofolio yang diajukan oleh Harry Markowits. Markowitz mengusulkan sebuah model untuk menjelaskan korelasi diantara return sekuritas. Model ini mengasumsikan bahawa return dari sekuritas ke-i tergantung pada sebuah faktor yang mendasari, nilai yang diwakili oleh indeks, dalam notasi matematika dinyatakan sebagai:

    ri = ai + Bi.F + ui

    ri = return sekuritas i

    Bi = Beta dari sekuritas i

    F = indeks (belum tentu indeks pasar)

    ui = error term

    (walaupun selanjutnya markowitz mengusulkan bahwa persamaan itu seharusnya tidak linier, karena ada faktor lain yang mendasarinya)

    Kemudian pada tahun 1963, William Sharpe menguji persamaan tersebut sebagai penjelasan bagaimana return sekuritas cenderung naik dan turun seiring dengan naik turunnya indeks umum pasar, secara spesifik Sharpe menggunakan persamaan sebagai berikut:

    rit = ai + Bi.rmt + uit

    rit = return dari aset i pada periode t

    rmt = return dari indeks pasar pada periode t

    ai = komponen non-pasar dari return aset i

    Bi = rasio kovarian dari return aset i dan return indeks pasar terhadap varians return indeks pasar

    uit = zero mean random error term

    Model ini disebut model pasar indeks tunggal (single index market model) atau sering disebut market model.

    Dilihat disini pada model markowitz, indeks-nya belum tentu indeks pasar, tetapi pada market model digunakan indeks pasar.

    Aplikasi CAPM

    Model yang dikembangkan CAPM menjelaskan bahwa tingkat return yang diharapkan adalah penjumlahan dari return aset bebas risiko dan premium risiko. Premium risiko dihitung dari beta dikalikan dengan premium risiko pasar yang diharapkan. Premium risiko pasar sendiri dihitung dari tingkat return pasar yang diharapkan dikurangi dengan tingkat return aset bebas risiko. Bentuk matematika CAPM

    Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

    Rf biasanya didekati dengan tingkat return suku bunga bank sentral, di Indonesia umumnya risk free aset didekati dengan tingkat return suku bunga Bank Indonesia.

    βs didekati dengan menghitung data time series saham dengan data return pasarnya. Penjelasan mengenai cara menghitung beta disertakan di bagian akhir artikel ini.

    Rm didapatkan dengan meramalkan return IHSG. Banyak mahasiswa yang bingung mendapatkan nilai Rm yang negatif, biasanya mereka menghitung IHSG dengan cara memprediksi historisnya yaitu dengan membandingkan return IHSG tahun x dengan return IHSG tahun x-1. Dari definisi CAPM bahwa Rm adalah tingkat return pasar yang diharapkan, bukan tingkat return pasar yang periode yang lalu. Untuk mendapatkan nilai Rm tentunya harus dapat memprediksi berapa tingkat return IHSG yang diharapkan. Salah satu cara memprediksi IHSG adalah dengan cara analisis faktor. Di sini anda harus melakukan studi empiris, anda harus menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi IHSG, kemudian membuat persamaan regresi dari IHSG dan faktor yang mempengaruhinya.  Dan terakhir anda harus memprediksi nilai dari faktor yang mempengaruhi IHSG untuk x periode yang anda tentukan. Cara lainnya adalah menggunakan nilai IHSG dari hasil penelitian empiris dari peneliti lain.

    Contoh Aplikasi Menghitung Rs

    Suatu sekuritas x yang mempunyai Expected Return 0.27 (27% per tahun) dan nilai betanya 1.2, apakah sekuritas x ini layak di beli atau tidak?

    Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

    Rf = misal SBI 1 bulan saat ini adalah 0.06 (6% per tahun)

    Rm = misal return IHSG yang diharapkan saat ini adalah 0.26 (26% per tahun, didapatkan dengan cara memprediksi return)

    βs = 1.2

    Sehingga
    Rs = 0.06 + 1.2 (0.26 – 0.06)
    Rs = 0.06 + 1.2 (0.2)
    Rs = 0.06 + 0.24
    Rs = 0.3 (30%)

    Kesimpulan, dengan nilai beta 1.2, apabila return yang diperoleh hanya 27%, maka harga sekuritas terlalu mahal, karena return wajarnya adalah 30%

    Contoh cara menghitung Beta

    Nilai β dapat dihitung sendiri menggunakan data time series suatu saham/industri dan time series return suatu pasar (misalnya IHSG, NYSE, dll),

    Contoh perhitungan:

    Return saham X dibandingkan dengan pasar

    tahun 1-return saham X = -0.05, return pasar -0.12

    tahun 2-return saham X = 0.05, return pasar = 0.01

    tahun 3-return saham X = 0.08, return pasar = 0.06

    tahun 4-return saham X = 0.15, return pasar = 0.10

    tahun 5-return saham X = 0.10, return pasar = 0.05

    Sehingga rata-rata return saham X adalah 0.066

    Menghitung deviasi return saham X

    tahun 1 = -0.1160

    tahun 2 = -0.0160

    tahun 3 = 0.0140

    tahun 4 = 0.0840

    tahun 5 = 0.0340

    Rata-rata return pasar adalah 0.02 sehingga deviasi return pasar:

    tahun 1 = -0.14000

    tahun 2 = -0.0100

    tahun 3 = 0.0400

    tahun 4 = 0.0800

    tahun 5 = 0.0300

    Kalikan masing masing deviasi return saham dengan deviasi return pasar:

    tahun 1 = -0.1160 x -0.14000 = 0.0162

    tahun 2 = -0.0160 x -0.0100 = 0.0002

    tahun 3 = 0.0140 x 0.0400 = 0.0006

    tahun 4 = 0.0840 x 0.0800 = 0.0067

    tahun 5 = 0.0340 x 0.0300 = 0.0010

    Jumlah = 0.0247

    Pangkat duakan deviasi return pasar

    tahun 1 = -0.14000^2 = 0.0196

    tahun 2 = -0.0100^2 = 0.0001

    tahun 3 = 0.0400^2 = 0.0016

    tahun 4 = 0.0800^2 = 0.0064

    tahun 5 = 0.0300^2 = 0.0009

    Jumlah = 0.0286

    Sehingga Beta untuk saham X adalah 0.0247/0.0286 = 0.86

    External Reference:

    Burton, Jonathan. 1998. Revisiting The Capital Asset Pricing  Model. Dow Jones Asset Manager, May/June 1998, pp. 20-28 [Also Available at http://www.stanford.edu/~wfsharpe/art/djam/djam.htm]

    How to cite:

    Naftali, Yohan. Capital Asset Pricing Model (CAPM). Yohan Naftali. 2 November 2007, Revisi 6 Agustus 2009. Yohan Naftali. http://yohanli.com/2007/11/capital-asset-pricing-model-capm [Accessed date].



    166 Comments for this entry

    • Arsyad

      Thanks ya om, bt infonya..
      =)
      semoga makin sukses..
      amin..

    • INDRA

      Pak, saya mau nanya ne…
      Apakah model CAPM relevan untuk diujikan di BEI?
      Soalnya, saya pernah baca bku bahwa model ini tidak bisa diujikan di Inodesia…tp saya lupa apa alsannya..

      Tolong informasinya y pak..

    • admin

      Bukan diujikan, mungkin maksudnya digunakan. Capm Mengasumsikan bahwa pasar efisien, sedangkan BEI berdasarkan beberapa penelitian belum efisien

    • Ganjar

      Pak mau tanya kalo untuk memformulasikan portofolio saham optimal menggunakan Markowitz model bagaimana caranya ya?

      Thank you

    • erma

      mengukur beta saham merupakan sebuah ekspektasi terhadap tingkat return terhadap portofolio, sehingga investasi dapat terukur tingkat return dan risknya, dimana semakin tinggi risk semakin tinggi pula return….dan paling tidak dengan mengetahui tingkat risk memberika gambaran kepada investor untu menentukan decision untuk menghadapi dan mengback-up tingkat kegagalan ketiga ekspektasi return yg tinggi sebanding dengan risk yang tinggi pula.apakah esensi dari pengukuran beta saham itu demikian ya pak! mohon konfirmasinya….

    • aiai

      Pak, thx atas sharing ilmunya :)
      CAPM dan single index market model sebenerny sama/beda yah? Untuk menghitung expected return pake yang capm atau market model? karena risetku perlu menghitung abnormal return, yg berarti perlu menghitung expected return terlebih dahulu. Mhon penjelasannya, thx.

    • din

      pak,, saya mau nanya,, perbedaan CAPM sama Metode indeks tunggal apa ya?? k’unggulan capm itu sendiri jika dibandingkan dengan metode indeks tunggal apa??
      saya mohon bantuannya. makasii

    • admin

      CAPM dan Single index market berbeda

    • tama

      Pak tolong jelaskan kelebihan dan kekurangan teori CAPM … tolong pak sekiranya dibantu…>.<

    • surie

      Pak,
      Saya mau tanya apakah yg dimaksud dengan systematic risk dan unsystematic risk dan contohnya spt apa.

      terima kasih,
      salam,
      Surie

    • surie

      Pak,

      saya mau tanya apa yg dimaksud degan systematic risk dan unsystematic dan contohnya spt apa >
      thanks,
      surie

    • AGNES

      selamat siang pak..
      pak saya mau nanya, bagaimana hubungan risk free dan return market terhadap harga saham….?
      maksih pak..

    • AGNES

      siang pak Yohanli..
      pak saya mau nanya bagaimana hubungan risk free (BI rate) dan return market (perubahan ihsg) terhadap harga saham..
      bisa dijelaskan pak..:)
      makasih pak.

    • aseng

      Selamat malam pak, pakn saya maw tanya. apakah teori CAPM ini bisa saya gunakan untuk dasar pembangunan hipotesis pengaruh BI rate dan Likuiditas Obligasi terhadap Yield Obligasi ? trims

    • Didit

      selamat malam bung,

      saya mempunyai pertanyaan sederhana yang kan sangat membantu saya dalam mengumpulkan data untuk tugas akhir,

      yang saya ingin tahu adalah Apakah Beta itu sendiri akan mempengaruhi dari return itu sendiri, ?? semakin besar beta suatu sekuritas maka semakin tinggi juga return/Expected return dari suatu sekuritas tersebut.(kalau ada link menurut para ahli )

      dimana dikatakan beta>1 merupakan saham yang agresive yang akan lebih bergejolak jika terjadi perubahan di market, tandililin mengatakan semakin besar beta suatu sekuritas maka semakin besar tingkat “kepekaan” sekuritas tersebut atas perubahan return pasar, (akan tetapi kepekaan bukan berarti dikatakan sebagai “kenaikan”).

      mohon penjelasannya bung.

      didit.septiadi@aol.com

    • wahyu setya raharjo

      dengan hormat..
      pa yohanli ..
      saya ingin bertanya mengenai cara mencari deviasi return saham dan pasar,,
      saya kebingungan pa..

      terima ksh pa

    Leave a Reply

    or Login with Facebook